Fish

Tuesday, May 21, 2013

Panduan Memilih Ikan Juara



Dari 16 kelompok ikan Koi, hanya 3 saja yang selalu memenangi gelaran Grand Champion, yaitu Kohaku, Taisho Sanke dan Showa Sanshoku.
Di bawah ini adalah kriteria pemilihannya:

Kriteria dalam memilih Kohaku yang baik:
• Kohaku yang baik adalah kohaku memiliki warna putih seputih salji (tidak kecoklat2an atau kekuning2an).
• Tanda Merah (Hi) yang lebih baik adalah yang gelap tetapi cerah.
• Hi yang baik adalah yang tersebar diseluruh badan.
• Hi yang besar lebih baik dari yang kecil.
• Kohaku yang tidak terdapat / terkena Hi dikepalanya (“bald head” / kepala botak) kurang berharga.
• Hi dikepala seboleh mungkin tidak melebihi mata, rahang dan pipi tetapi boleh mencapai hidung atau mata (asal tidak melebihi).
• Kohaku yang memiliki Hi yang mencapai mulut disebut “Hanatsuki”.
• Kohaku yang memiliki Hi yang tersebar / memenuhi kepala / wajah disebut “Menkaburi”.
• Kohaku yang memiliki Hi yang terdapat di bibir / mulut disebut “Kuchibeni”.
• Dalam pemerhatian dimana bentuk Hi dikepala tidak baik dan juga melebihi mata, tanda “Kuchibeni” diperlukan.
• Tanda merah diperlukan ada berhampiran pangkal ekor, dan disebut “Ojime”. Ojime paling tidak berjarak 1-2 cm dari pangkal ekor.
• Corak bahagianian belakang, dekat ekor, jika boleh “easy looking” (jangan terlalu besar).
• Memiliki Kiwa yang tegas dan jelas, tidak kabur atau ber-gradasi. (Kiwa adalah pertemuan antara 2 warna yang berbeza.)
• Komposisi antara warna merah dan putih 70 : 30
• Kohaku yang untuk dipertandingkan, jangan ada tompok merah di pipinya.
Jenis-jenis Kohaku:
• Step Type, adalah kohaku yang memiliki pola berstep; 2 step (Nidan), 3 step (Sandan), 4 step (Yondan).
• Straight Hi, adalah kohaku yang memiliki Hi tidak terputus dari kepala hingga ekor.
• Lightning Hi, adalah kohaku yang memiliki Hi berpola seperti kilat (Inazuma Kohaku)
• Gotenzakura, adalah kohaku yang memiliki Hi berpola bulat-bulat (seperti buah Cherry) rapi dan simetris.
• Maruten Kohaku, adalah kohaku yang memiliki Tancho (bulatan) di kepalanya.
• Masih banyak lagi jenis-jenis kohaku yang lainnya seperti : Doitsu Kohaku, Kinzakura, Fuji Kohaku, Kanoko kohaku, Platinum Kohaku, Kinginrin Kohaku, dll. Tetapi untuk dipetandingkan (show), biasanya lebih disukai Tipe Step dan Inazuma, bahkan kebelakangan ini tipe Maruten kohaku juga mulai disukai untuk dipertandingkan. Tetapi penilaian ikan juga tidak terlepas dari nilai keseluruhan dari ikan tersebut.
Kriteria dalam memilih Sanke yang baik:
• Untuk warna putih seputih salji, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
• Merah di kepala seboleh mungkin tidak melepasi mata, pipi, mulut bahkan kalau perlu jangan melepasi hidung.
• Sanke yang istimewa tidak memiliki sumi (hitam) dikepalanya.
• Sumi diatas warna putih (Tsubo-Sumi) lebih disukai dibandingkan sumi diatas warna merah (Kasane-Sumi).
• Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 70:20:10
• Sirip dengan lebih sedikit strip (garis2 hitam) lebih elegan dibandingkan dengan yang lebih banyak strip.
Jenis-jenis Sanke:
• Taisho Sanke.
• Aka-Sanke; Taisho Sanke dengan warna merah (Hi) yang lebih dominan dan menyebar dari kepala ke ekor. Memang lebih impresif tapi kurang elegan.
• Yamato-Nishiki; Taisho Sanke Hikarimoyo (metalik).
• Fuji-Sanke: Taisho Sanke dengan memiliki aksen silver di kepalanya.
• Kanoko Sanke, Doitsu Sanke, Kinginrin Sanke, Tancho Sanke, Koromo Sanke dan Sanke-Shusui.
Kriteria dalam memilih Showa yang baik:
• Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
• Pangkal sirip depan hitam (motoguro). Ingat hanya pangkalnya saja, Tidak putih semua atau hitam semua dan juga tidak ada stripe merah.
• Diperlukan tanda Hi (merah) yang besar di kepala.
• Diperlukan paling tidak 20% warna putih. Warna putih diperlukan pada kepala, pangkal ekor dan punggung.
• Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 60:20:20
• Sumi (Hitam) dikepala membagi Hi menjadi 2, lebih impresif lagi jika membentuk huruf V dan berpangkal di hidung.
Jenis-jenis Showa:
• Showa Sanshoku.
• Kindai Showa; Showa yang didominasi warna putih.
• Hi Showa; Showa yang didominasi warna merah.
• Boke Showa; Showa dengan sumi yang blur dan muda (abu2).
• Kage Showa; Showa dengan bayangan potongan kecil sumi pada Hi atau warna putihnya.
• Doitsu Showa, Kanoko-Showa, Koromo Showa, Showa Shusui, Kin Showa dan Gin Showa.
Perbezaan diantara Sanke dan Showa:
• Taisho Sanke tidak memiliki Sumi di kepalanya.
• Sumi pada Taisho sanke hanya terdapat di punggungnya. Sumi pada Showa menyebar dihampir seluruh tubuhnya.
• Sirip depan Taisho Sanke putih atau ber-strip, sedangkan Showa memiliki sumi pada pangkalnya (motoguro).

Ikan koi berasal dari ikan mas. Ikan ini adalah ikan nasional Negara Jepang. Di Negara Jepang sendiri,koi diangap sebagai ikan dewa. Di Negara tersebut koi disebut kai yang artinya ikan berwarna. Banyak versi yang berkembang mengenai asal usul koi. Salah satunya berasal dari Persia, lalu dibawa ke Jepang oleh orang Cina melalui daratan Cina dan Korea. Koi dari Jepang pertama kali di eksport ke San Fransisco, Amerika Serikat (1938). Setelah itu berturut-turut dikirim ke Hawaii (1947), Canada(1949), dan Brazil(1953).

Sedangkan masuk ke Indonesia diperkirakan tahun 1981-1982 di bawa oleh Hany Moniaga, hobiis yang tinggal di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Ia kemudian mengembangkan peternakan koi yang diberi nama Leon dan Leonny. Koi pertama itu panjangnya 90-100 cm, berumur 50-75 tahun. Sejak itulah koi populer di Indonesia dan belakangan menjadi buruan hobiis hingga saat ini.

Ikan koi termasuk jenis ikan yang mudah dipelihara. Makanannya tidak selalu harus spesial karena termasuk binatang pemakan tumbuh-tumbuhan dan hewan ( omnivira). Pellet merupakan santapan utama, tapi saat ikan mengikuti kontes, Koi akan mendapat makanan tambahan dan doping khusus untuk menguatkan warna tubuhnya dalam masa karantina. Selain itu, sayur-sayuran seperti kangkung atau buah-buahan, misalnya jeruk, bisa diberikan pada koi.

Berumur Panjang





Umur ikan jenis ini bisa bertahan sampai puluhan tahun. Untuk memiliki ikan yang berasal dari perairan Eurasia and the middle east. Ini para penggemar dan calon penggemar dapat menyesuaikan diri antara keinginan dan kondisi saku. Tak selamanya harus mengeluarkan biaya yang mahal karena harganya yang bervariasi, tergantung dari ukuran dan jenis. Beberapa penjual mematok harga mulai dari Rp 50 ribu hingga mencapai Rp 8 Juta. Hebatnya, harga koi juara kontes      dapat            menembus       ratusan  juta      rupiah.

Kunci perawatan koi adalah sirkulasi air di kolam yang tidak boleh berhenti. Inilah yang membuat pemeliharaan ikan koi kerap mahal. Kolam untuk koi harus dibuat dengan ukuran spesifik. Kedalamannya tidak boleh kurang dari 80 cm, panjang minimal 1,5 m dengan lebah 1meter.

Harga dan kelas ikan koi diklasifikasikan berdasarkan pola, bentuk tubuh, dan warna. Semakin pola warna tubuhnya seimbang, maka harganya akan semakin mahal. Begitu juga dengan tubuh.koi yang bagus adalah yang memiliki proposional. Warna yang cerah dan memancarkan juga memengaruhi jenis kelas dan harga koi. Dalam dunia pehobi koi dikenal ada koi kelas C,B,A,AA  sampai kelas    super.

Berbicara soal jenis, ada banyak jenis Koi dengan warna beragam. Meski begitu, sebenarnya semua jenis Koi mempunyai asal sama, yaitu berasal dari warna tunggal; warna putih, merah,kuning, hitam, keemasan, dan keperakan. Dari warna-warna tunggal tersebut lahirlah komposisi dua warna, tiga warna hingga multiwarna yang disebut ghosiki.

Dalam perkembangannya, asosiasi koi di Jepang menggolongkan koi menjadi 13 varietas berdasarkan pola warnanya. Ada Taiso Sanshoku, Kohaku, Showa Sasoku, Utsurimono, Kawarimono, Koromono, Bekko, Hikari Moyo, Hikari Mono, dan lainnya yang semuanya berbahasa Jepang.